Ini Waktu Yang Tepat Untuk Ganti Minyak Rem

JurnalOto.com – Brosis, ngomongin soal rem pada kendaraan, kita sebagai pengguna biasanya hanya memperhatikan bagian luar saja saat melakukan pengecekan yakni kampas rem yang habis dan tromol atau disk brake yang mulai aus.

Padahal, selain beberapa bagian tersebut, dalam system kerja rem ada satu komponen sepele yang berfungsi sangat vital loh. Komponen tersebut adalah Minyak Rem. Yups, benda cair dalam system pengereman ini berfungsi sebagai mediator atau perantara dalam menghantarkan tekanan dari master silinder ke semua kaliper roda, sehingga kecepatan kendaaran berkurang sampai berhenti.

Karena fungsinya sangat vital, bisa di pastikan ika tidak ada minyak rem, sistem rem hidrolik tidak akan bekerja meskipun Anda sudah menginjak pedal rem berkali-kali (pada mobil), atau sudah menekan handel rem dengan sangat kuat (pada sepeda motor).

Dengan kata lain, tanpa minyak rem sistem pengereman tidak akan bekerja sempurna, atau malah bisa membuat rem jadi blong.

Sama seperti komponen lainnya, minyak rem wajib diganti secara berkala. Keharusan mengganti minyak rem ini dikarenakan dalam minyak rem terdapat zat aditif yang memiliki masa kadaluarsa atau expired.

Selain itu, terlambat atau malas mengganti minyak rem bisa menyebabkan kerusakan di bagian seal master. Kondisi ini jelas berbahaya karena bisa menyebabkan kendaraan Anda hilang kendali (rem blong). Minyak rem pun mengandung sejumlah zat yang bisa merusak bodi saat terjadi kebocoran.

Nah mengenai kapan minyak rem ini harus diganti, idealnya penggantian dilakukan per 20.000 s/d 30.000 km sekali. Ngomongin soal harga, pergantian minyak rem ini tergolong sangat hemat, biasanya hanya sekitar 30-50 ribuan saja tergantung merk.

Sebelum melakukan perbaikan, perhatikan juga kualitas dari minyak rem tersebut. Idealnya, minyak rem bisa dikatakan berkualitas jika :

  1. Minyak rem harus memiliki nilai titik didih yang tinggi agar tidak mudah menguap dan menimbulkan bulit-bulit udara.
  2. Minyak rem harus dilengkapi dengan fitur khusus untuk mencegah timbulnya karat atau korosi.
  3. Minyak rem harus ramah terhadap karet seal yang berfungsi untuk mencegah kebocoran.
  4. Minyak rem harus punya nilai viskositas atau kekentalan yang tepat agar saat diberikan tekanan, minyak rem ini mampu meneruskan tekanan tersebut, meskipun sedang berada di suhu ekstrem.
  5. Minyak rem tidak boleh menimbulkan endapan. Jika ini terjadi, endapan pada sistem rem ini bisa menyumbat aliran minyak rem itu sendiri.

Agar perangkat rem bisa bekerja lebih maksimal, sangat disarankan untuk melakukan servis secara menyeluruh, termasuk membersihkan, mensetting ulang, memeriksa bagian piston, kaliper dan karet.

Pastikan perawatan ini dilakukan oleh mekanik profesional di bengkel resmi atau bengkel rekanan kepercayaan brosis. Semoga berguna (mt)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Bitnami